Bupati Teluk Bintuni Hadiri Prosesi Adat Awali Pembangunan Jalan Yaru,Kasira Lama- Babo

BINTUNI, SuaraTeluk.com – Menempuh perjalanan menggunakan speed boat dari pelabuhan Jeti Kampung Lama menuju Kampung Yaru kurang lebih 3 jam perjalanan, Bupati Teluk Bintuni, Yohanis Manibuy, SE., MH., tiba kampung Yaru untuk menghadiri prosesi adat di Kampung Yaru, Distrik Aroba, sebagai penanda dimulainya pembangunan ruas Jalan Yaru-Kasira Lama-Babo.
Turut mendampingi Bupati, Wakil Ketua DPRK Teluk Bintuni Yasman Yasir, Dandim 1806/Teluk Bintuni Letkol Inf Yan Doli Simanjuntak, PPK PUPR Teluk Bintuni Risky Ranggina, perwakilan Dinas Lingkungan Hidup, Kasi Penyelesaian Sengketa Tanah Alfons Iba, serta pihak kontraktor PT Delta Batarajaya.
Kehadiran lintas unsur tersebut mencerminkan komitmen pemerintah dalam memastikan pembangunan infrastruktur berjalan selaras dengan penghormatan terhadap adat dan hak ulayat masyarakat.
Kepala Kampung Yaru, Serilus Mariawasi, menjelaskan bahwa prosesi adat merupakan tahapan wajib sebelum dimulainya pekerjaan fisik. Ritual yang dipimpin tokoh adat Marga Kasina sebagai pemilik hak ulayat itu diawali dengan pemotongan ayam putih dan persembahan sirih pinang sebagai simbol penghormatan kepada leluhur sekaligus permohonan keselamatan agar pembangunan berlangsung lancar.
Kedatangan orang nomor satu di Kabupaten Teluk Bintuni dan rombongan di sambut antusias oleh masyarakat, Kendati itu, masyarakat Kampung Yaru menyambut antusias pembangunan ruas jalan tersebut karena diyakini akan membuka akses transportasi, memperlancar distribusi hasil kebun, serta meningkatkan aktivitas ekonomi warga.
Perlu diketahui bahwa saat ini Kampung Yaru dihuni sekitar 80 kepala keluarga yang diharapkan menjadi penerima manfaat langsung dari pembangunan tersebut.Pembangunan Jalan Yaru-Kasira Lama-Babo diharapkan mampu mengurangi keterisolasian Distrik Aroba, mempercepat mobilitas masyarakat dan distribusi barang, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan.
Kehadiran Bupati dalam prosesi adat menjadi wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni bahwa pembangunan tidak hanya berorientasi pada kemajuan infrastruktur, tetapi juga menghormati nilai-nilai adat dan budaya sebagai fondasi pembangunan yang berkelanjutan. (rls)
