Pesparani Katolik IV, Bintuni Keluar Sebagai Juara Umum, Teluk Wondama Menjadi Tuan Rumah Pesparani Selanjutnya

BINTUNI, SuaraTeluk.com – Kabupaten Teluk Bintuni sukses keluar sebagai juara umum pada ajang Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik IV Provinsi Papua Barat, yang diselenggarakan di Teluk Bintuni. Telukw Bintuni sendiri mendominasi kompetisi dengan menyabet enam gelar champion dari 13 kategori mata lomba yang di pertandingan.
Pengumuman para pemenang disampaikan dalam acara penutupan Pesparani Katolik IV Tahun 2026 yang berlangsung di gedung sasana karya (GSG) pada Jumat (10/7/2026) malam.Selain menjadi juara umum, sejumlah kabupaten lain juga mencatatkan prestasi, yakni Kabupaten Fakfak dengan empat champion, Manokwari Selatan tiga champion, Kaimana dua champion, serta Kabupaten Manokwari dan Teluk Wondama masing-masing meraih satu champion.
Dalam paparan ketua panitia Pesparani Katolik IV Provinsi Papua Barat, Joko Lingara, menyampaikan rasa syukurnya dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk memimpin penyelenggaraan kegiatan Pesparani ini.

Tak lupa ucapan terima kasih kepada Bupati Teluk Bintuni yang telah memberikan amanah dan kepercayaan kepada saya bersama Ibu Nurdiana Lingara untuk menjadi Ketua Panitia. Amanah ini juga didukung para pastor dan umat Katolik, sehingga kami berupaya memberikan yang terbaik, ujar Joko.
Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan Pesparani bukan semata untuk mendapatkan pujian dari manusia, melainkan sebagai bentuk pelayanan kepada Tuhan.Sehingga ia katakan bahwa yang terbaik bukan agar orang memujinya, tetapi yang terbaik untuk Tuhan. Jika di laksanakan perintah Tuhan dengan sungguh-sungguh, pasti akan ada orang yang menghargai. Namun, kami juga siap menerima kritik maupun hujatan sebagai bagian dari proses pelayanan, ujarnya.
Sementara itu, Bupati Teluk Bintuni, Yohanis Manibuy, mengatakan pelaksanaan Pesparani selama empat hari telah menghadirkan suasana penuh sukacita, persaudaraan, dan pelayanan bagi seluruh peserta dari berbagai kabupaten di Papua Barat.
Bupati menyampaikan malam ini adalah malam yang penuh rasa syukur. Ada kebahagiaan, ada rasa bangga, tetapi juga ada sedikit rasa haru. Empat hari Kabupaten Teluk Bintuni menjadi rumah bersama bagi seluruh peserta Pesparani. Empat hari yang dipenuhi doa, pujian, persahabatan, dan pelayanan, ujar Yohanis.
Ia menilai Pesparani mengajarkan bahwa keberagaman justru menjadi kekuatan ketika dilandasi iman dan kasih.Sebagaimana sebuah paduan suara tidak akan menghasilkan harmoni apabila setiap penyanyi hanya ingin menonjolkan suaranya sendiri, demikian pula Papua Barat hanya akan menjadi daerah yang damai dan maju apabila setiap anak bangsa bersedia saling mendengar, saling menghargai, saling melayani, dan berjalan dalam irama yang sama, ujarnya.
Kendati itu, Bupati Yohanis mengajak seluruh peserta membawa semangat Pesparani ke tengah keluarga, gereja, masyarakat, dan lingkungan kerja sebagai wujud pelayanan dan persaudaraan.
Ia juga memberikan apresiasi kepada para peserta yang berhasil meraih prestasi sekaligus menyemangati mereka yang belum menjadi juara.Kepada para peserta yang berhasil meraih prestasi, Jadikan keberhasilan ini sebagai motivasi untuk terus mengembangkan talenta yang Tuhan percayakan dan mempersiapkan diri menuju Pesparani tingkat nasional.
Bagi yang belum memperoleh kesempatan menjadi juara, jangan berkecil hati. Sesungguhnya tidak ada yang kalah ketika seseorang memuji Tuhan dengan hati yang tulus, ujar BupatiPada kesempatan tersebut, Bupati Teluk Bintuni turut menyampaikan penghargaan kepada Pemerintah Provinsi Papua Barat, LP3KD Papua Barat, para pastor, dewan juri, TNI-Polri, tenaga kesehatan, relawan, sponsor, masyarakat Teluk Bintuni, serta seluruh pihak yang telah mendukung suksesnya penyelenggaraan Pesparani Katolik IV Provinsi Papua Barat.
Secara khusus, ia memberikan apresiasi kepada Wakil Bupati Teluk Bintuni sekaligus Ketua Panitia Pelaksana, Joko Lingara, bersama Ketua Kontingen Pesparani Kabupaten Teluk Bintuni, Nurdiana Lingara, atas dedikasi mereka dalam menyukseskan ajang tersebut.Menuy Bupati, inilah contoh nyata bagaimana toleransi dirawat melalui tindakan dan pengabdian.
Semoga semangat persaudaraan dan harmoni ini terus menjadi kekuatan untuk membangun Papua Barat yang damai, inklusif, dan diberkati Tuhan, ujar Bupati Yohanis Manibuy dalam menutup sambutannya.
Perlu di ketahui bahwa Pesparani Katolik V Tahun 2030 berlangsung di Kabupaten Teluk Wondama, sebelum serangkaian acara Pesparani usai Bendera pataka di Serahkan dari ketua umum LP3KD kepada Wakil Bupati Teluk Wondama untuk selanjut menjadi tuan rumah Pesparani. (Susi)
