Kepala DPKP Teluk Bintuni Bersama Tim P3KP Melakukan Peninjauan Lapangan Terkait Dengan Calon Penerima BSPS

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan pemukiman Moses Kororasi di dampingin Danramil temui calon penerima BSPS di komplek Tahiti dalam (Foto/Susi)
BINTUNI, SuaraTeluk.com – Dinas Perumahan dan Kawasan permukiman (DPKP) Kabupaten Teluk Bintuni melakukan peninjauan kawasan perumahan untuk memastikan kualitas hunian, pelaksanaan program perbaikan dan ketersediaan prasarana, sarana, utilitas (PSU) yang layak.
Peninjauan di wilayah kawasan kampung di komplek Tahiti pada Rabu, (1/4/2026). Kepala DPKP Moses Koropasi memimpin langsung peninjauan lapangan ini terhadap warga bersama dengan tim ferivikasi balai pelaksana penyediaan perumahan dan kawasan permukiman (P3KP) Papua II Manokwari.

Foto bersama tim ferivikasi P3KP dari Papua ll Manokwari. (Foto/Susi)
Peninjauan lapangan di Tahiti dimaksudkan untuk melakukan ferivikasi rumah warga calon penerima Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) yang dicanangkan pemerintah pusat.
Kendati itu, peninjauan ini juga untuk memberikan pemahaman kepada warga terkait rencana besar pemerintah kabupaten Teluk Bintuni untuk merombak komplek perumahan Tahiti menjadi lebih teratur dan layak di tahun 2027.
Dalam peninjauan ini, sejumlah warga mengeluhkan kondisi perumahan di komplek Tahiti khususnya di komplek Manggalima Tahiti yang tidak pernah tersentuh bantuan perumahan layak huni dari pemerintah.
Adapun salah satu warga, Isak Nawarisa mengatakan selama ini belum ada perhatian dari pemerintah kepada warga suku Sebyar yang mendiami komplek ini.
Jalanan utama kampung yang terbuat dari papan kayu sudah banyak yang rusak. Rumah warga yang berbentuk panggung banyak yang sudah rapuh dan hampir roboh. Ada pula rumah yang di tambal sulam dengan papan seadanya.
Tak hanya itu, Isak juga mengeluhkan aliran air bersih di komplek tidak ada. Warga terpaksa mengambil air bersih dari gunung dengan alat seadanya. Ada pula yang membuat sumur bor di bawah rumah bercampur dengan sampah rumah tangga.
“Kami yang mendiami tempat ini dari suku Sebyar tidak diperhatikan, selama ini kami menangis kami ajukan surat masuk ke DPR sampai sekarang tidak diperhatikan,” Ucap Isak di hadapan kepala dinas, Mozes Koropasi
Sebagai warga Sebyar yang wilayahnya menjadi daerah sumur gas LNG Tangguh harusnya mendapat perhatian lebih dari pemerintah. “Tidak ada air bersih, kami ambil air dari gunung, padahal kami punya orang tua yang berjuang untuk merah putih di wilayah ini, belum ada pemerintah yang berjuang untuk air bersih di sini,” Ujar Isak lagi.
Menanggapi hal ini, Kepala DPKP Moses Koropasi mengatakan selaku putra asli Bintuni dari tujuh suku ia sudah memiliki mimpi untuk bisa merubah kawasan kumuh Tahiti menjadi lebih baik. Pasalnya ada dua rencana besar yang akan dilakukan.
Tahap pertama saya sudah buat program saya input dalam aplikasi Sibaru dari kementrian sehingga tim ferivikasi ini datang untuk ferivikasi bantuan. Tahap ke dua kawasan Tahiti sudah didesain oleh staf khusus balai perumahan Provinsi, seluas 19 hektar kawasan kumuh Tahiti akan ditata kembali di tahun 2027,” Ujar Moses.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman, Moses Koropasi saat di wawanca asak media. (Foto/Susi)
Pemerintah pusat Melalui P3KP akan meluncurkan bantuan BSPS terhadap ratusan rumah di Teluk Bintuni. Bantuan rumah ini berupa peningkatan rumah tidak layak huni dengan syarat tertentu yang memenuhi syarat tertentu. (Susi)
