Tanah Longsor Terjang Kos-Kosan di Teluk Bintuni, Lima Kamar Rusak Parah

Kepala BPBD Benino Tiri kenakan Kopri dan Haji Ruslan Teke. (Foto/Susi)
BINTUNI, SuaraTeluk.com – Peristiwa bencana alam Tanah longsor kembali terjadi di wilayah Distrik Bintuni Timur, Kabupaten Teluk Bintuni, Provinsi Papua Barat pada Senin (2/6/2025). Sekira pukul 03:00 Wit.
Tanah longsor tersebut mengakibatkan kerusakan parah pada Lima bilik kos-kosan milik haji Teke yang berlokasi di pinggir Kali Tahiti, Komplek Tahiti Bintuni Timur.

Lima bilik kos-kosan roboh akibat longsor
Saat di temui media ini, Haji Ruslan Teke mengatakan ini terjadi akibat kondisi bangunan yang sudah lapuk dan tidak mampu lagi menopang beban berat.
Haji Ruslan mengatakan namanya rumah kos-kosan sudah tua dan musibah tidak ada yang tahu serta tidak ada angin maupun hujan.
“Ia berhaap pemerintah daerah untuk membangun talud di bentangan kali tahiti” Ujar Haji Ruslan
Sementara kepala Badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) Teluk Bintuni, Benino Tiri menyampaikan bahwa bangunan kos-kosan sudah tua dan tiang penyangga banyak sudah lapuk, dan di ambil menurut informasi yang ia hinpun.
“Kejadian terjadi pada pukul 03:00 Wit, penghuni kos ini sementara lagi tidur,” Ujar Benino.
Lebih lanjut kata Benino dalam insiden ini tidak ada korban jiwa, Puji Tuhan. padahal ini semua penghuni kos semua lagi tidur. Untuk kerugian ia mengatakan belum di pastikan berapa, namun ia tegaskan bahwa dalam kejadian itu tidak ada korban jiwa.
Menurut Benino, penyangga di bawahnya sudah lapuk dan tidak mampu menahan beban berat, sehingga kemungkinan pada saat longsor sedikit langsung kos-kosan milik Haji Teke mengalami roboh.
Dikatakan Benino bahwa meskipun tidak sempat menyelamatkan barang-barang pribadi, namun ia bersyukur karena seluruh anggota kos-kosan selamat.
Peristiwa longsor ini sehingga Lima bilik kos-kosan ambruk mengundang banyak perhatian warga di sekitar. Beberapa tetangga datang untuk membantu menyelamatkan barang-barang yang masih bisa diambil.
Namun dalam proses evakuasi sempat terkendala karena adanya kabel listrik PLN yang masih menempel pada dinding rumah yang roboh.
Kendati demikian demi menghindari sengatan listrik, warga segera menghubungi pihak petugas PLN untuk memutus aliran listrik di lokasi kejadian. (Susi)
